Bukit Gandrung Tanggulasi Kediri
Desa Medowo, Kecamatan Kandangan
Pesona Bukit Gandrung Tanggulasi
Sensasi Pucuk Kebun Durian
Pesona Bukit Gandrung Tanggulasi
Puspitorini Dian Hartanti/Radar Kediri/JawaPos.Com
Gardu Pandang: Kades Sujarwo saat di Gubuk setinggi 4 meter (9/11).
BERITA TERKAIT
Desa yang berada di ujung timur Kabupaten Kediri ini memang menyimpan banyak potensi. Letaknya yang berada di ketinggian lebih 700 mdpal memberikan beberapa spot wisata yang memiliki pemandangan luar biasa. Salah satunya adalah Bukit Gandrung Tanggulasi. Kepala Desa Medowo Sujarwo memahami potensi wisata ini. Bersama warga desa, dibangunlah spot wisata Bukit Gandrung Tanggulasi. Bukit ini memang istimewa. Saat berada di puncak bukit, maka dengan mudah bisa melihat Gunung Kelud, Jombang, Kasembon-Malang dan banyak tempat indah lainnya. “Kalau malam, jauh lebih indah dengan kerlip-kerlip lampu rumah penduduk,” tutur Sujarwo. Apalagi dari titik ini pula dengan mudah bisa menyaksikan keindahan pemandangan saat sunset dan sunrise. Karena titik yang strategis ini pula, membuat bukit Gandrung sudah menjadi titik pemantauan pasukan Belanda pada zaman penjajahan dulu. “Tugunya saja masih bisa dilihat,” tuturnya. Tak tinggal diam, dibantu dengan perangkat dan warga desa lainnya, dibangunlah sejumlah fasilitas di puncak bukit tersebut. Yaitu gubuk-gubuk bersantai dan toilet. Bahkan, salah satu gubuknya bisa berfungsi sebagai gardu pandang karena memiliki ketinggian empat meter dari tanah.
Desa yang berada di ujung timur Kabupaten Kediri ini memang menyimpan banyak potensi. Letaknya yang berada di ketinggian lebih 700 mdpal memberikan beberapa spot wisata yang memiliki pemandangan luar biasa. Salah satunya adalah Bukit Gandrung Tanggulasi. Kepala Desa Medowo Sujarwo memahami potensi wisata ini. Bersama warga desa, dibangunlah spot wisata Bukit Gandrung Tanggulasi. Bukit ini memang istimewa. Saat berada di puncak bukit, maka dengan mudah bisa melihat Gunung Kelud, Jombang, Kasembon-Malang dan banyak tempat indah lainnya. “Kalau malam, jauh lebih indah dengan kerlip-kerlip lampu rumah penduduk,” tutur Sujarwo. Apalagi dari titik ini pula dengan mudah bisa menyaksikan keindahan pemandangan saat sunset dan sunrise. Karena titik yang strategis ini pula, membuat bukit Gandrung sudah menjadi titik pemantauan pasukan Belanda pada zaman penjajahan dulu. “Tugunya saja masih bisa dilihat,” tuturnya. Tak tinggal diam, dibantu dengan perangkat dan warga desa lainnya, dibangunlah sejumlah fasilitas di puncak bukit tersebut. Yaitu gubuk-gubuk bersantai dan toilet. Bahkan, salah satu gubuknya bisa berfungsi sebagai gardu pandang karena memiliki ketinggian empat meter dari tanah.


0 comments: